Dosen
: Lenie Okviana
Soal
:
Jelaskan fungsi dari penggunaan tanda baca berikut :
1.
Tanda
titik (.)
2.
Tanda
koma (,)
3.
Tanda
titik koma (;)
4.
Tanda
Titik dua (:)
5.
Tanda
hubung (-)
6.
Tanda
Tanya (?)
7.
Tanda
seru (!)
8.
Tanda
kurung ( )
9.
Tanda
garis miring (/)
10. Tanda petik ganda (“…”)
11. Tanda petik tunggal (‘…’
)
12. Tanda pisah (—)
13. Tanda ellipsis (…)
14. Tanda kurung siku [ ]
15. Tanda ulang (2)
16. Tanda penyingkat
(asprotof) (‘)
Jawab
:
1.
Tanda titik (.) berfungsi untuk menandai akhir kalimat
berita, atau untuk keperluan singkatan, gelar, dan angka-angka.
2.
Tanda koma (,) berfungsi untuk memisahkan anak
kalimat atau hal-hal yang disebutkan dalam kalimat, juga untuk keperluan
singkatan, gelar, dan angka-angka.
3.
Tanda titik koma (;) berfungsi untuk beberapa penggunaan, terutama
untuk jeda pada kalimat dan pemotongan pada suatu daftar.
4.
Tanda
titik dua (:) berfungsi untuk memberitahukan pembaca bahwa uraian setelah tanda ini
memberi bukti dan menjelaskan, atau merupakan unsur dari apa yang sudah
dijelaskan sebelum tanda tersebut.
5.
Tanda hubung (-) berfungsi untuk menghubungkan dua kata atau
memisahkan dua suku kata. Garis hubung juga digunakan untuk nama keluarga ganda
(misalnya : Camilla Parker-Bowles).
6.
Tanda
Tanya (?) berfungsi untuk menandakan akhir kalimat dari sebuah pertanyaan.
7.
Tanda
seru (!) biasanya digunakan setelah suatu kalimat seruan untuk menunjukkan
perasaan atau suara tinggi dan sering menandai akhir suatu kalimat.
8.
Tanda kurung ( ) menurut pedoman EYD, tanda ini digunakan untuk:
a.
Mengapit
keterangan atau penjelasan. Contoh:
Bagian
Perencanaan sudah selesai menyusun DIK (Daftar Isian Kegiatan) kantor itu.
b.
Mengapit
keterangan atau penjelasan yang bukan bagian integral pokok pembicaraan.
Contoh:
Sajak
Tranggono yang berjudul "Ubud" (nama tempat yang terkenal di Bali)
ditulis pada tahun 1962.
c.
Mengapit
huruf atau kata yang kehadirannya di dalam teks dapat dihilangkan. Contoh:
Pejalan
kaki itu berasal dari (kota) Surabaya.
d.
Mengapit
angka atau huruf yang memerinci satu urutan keterangan. Contoh:
Faktor
produksi menyangkut masalah (a) alam, (b) tenaga kerja, dan (c) modal.
9.
Tanda garis
miring (/) menurut pedoman EYD,
tanda ini dipakai:
Di dalam nomor surat dan nomor pada
alamat dan penandaan masa satu tahun yang terbagi dalam dua tahun takwim.
Contoh:
a. No.
7/PK/1973
b. Jalan
Kramat III/10
c. tahun
anggaran 1985/1986
Sebagai
pengganti kata atau,tiap. Contoh:
d.
dikirimkan lewat darat/laut(dikirimkan
lewat darat atau laut)
e.
harganya Rp25,00/lembar(harganya
Rp25,00 tiap lembar)
10.
Menurut
pedoman EYD, tanda ini petik ganda (“…”) dipakai:
a.
Mengapit
petikan langsung yang berasal dari pembicaraan dan naskah atau bahan tertulis
lain. Contoh:
"Saya
belum siap," kata Mira, "tunggu sebentar!" "
Saya takut," kata Udin.
b.
Mengapit
judul syair, karangan, atau bab buku yang dipakai dalam kalimat. Contoh:
Sajak
"Berdiri Aku" terdapat pada halaman 5 buku itu.
c.
Mengapit
istilah ilmiah yang kurang dikenal atau kata yang mempunyai arti khusus.
Contoh:
Pekerjaan
itu dilaksanakan dengan cara "coba dan ralat" saja.
d.
Menutup
mengikuti tanda baca yang mengakhiri petikan langsung. Contoh:
Kata
Tono, "Saya juga minta satu."
e.
Menutup
kalimat atau bagian kalimat ditempatkan di belakang tanda petik yang mengapit
kata atau ungkapan yang dipakai dengan arti khusus pada ujung kalimat atau
bagian kalimat. Contoh:
Karena
warna kulitnya, Budi mendapat julukan "Si Hitam".
11.
Tanda
petik tunggal (‘…’) menurut EYD, tanda ini digunakan untuk :
a.
Mengapit
petikan yang tersusun di dalam petikan lain. Contoh:
Tanya
Basri, "Kau dengar bunyi 'kring-kring' tadi?"
b.
Mengapit
makna, terjemahan, atau penjelasan kata atau ungkapan asing. Contoh:
feed-back
'balikan'.
12. Tanda
pisah (—), dalam pedoman EYD,
tanda pisah digunakan:
a.
Untuk
membatasi penyisipan kata atau kalimat yang memberi penjelasan di luar bangun
kalimat. Contoh:
Kemerdekaan
bangsa itu–saya yakin akan tercapai–diperjuangkan oleh bangsa itu sendiri.
b.
Untuk
menegaskan adanya keterangan aposisi atau keterangan yang lain sehingga kalimat
menjadi lebih jelas. Contoh:
Rangkaian
temuan ini–evolusi, teori kenisbian, dan kini juga pembelahan atom–telah
mengubah persepsi kita tentang alam semesta.
c.
Di antara
dua bilangan atau tanggal dengan arti 'sampai ke' atau 'sampai dengan'. Contoh
:
1910–1945
13.
Tanda elpisis (…), menurut EYD ,
tanda elipsis:
a.
Dipakai
dalam kalimat yang terputus-putus. Contoh:
Kalau
begitu ... ya, marilah kita bergerak.
b.
Menunjukkan
bahwa dalam suatu kalimat atau naskah ada bagian yang dihilangkan. Contoh:
Sebab-sebab
kemerosotan ... akan diteliti lebih lanjut.
14.
Tanda kurung siku [ ], menurut pedoman EYD
digunakan untuk :
a.
Mengapit
huruf, kata, atau kelompok kata sebagai koreksi atau tambahan pada kalimat atau
bagian kalimat yang ditulis orang lain. Tanda itu menyatakan bahwa kesalahan
atau kekurangan itu memang terdapat di dalam naskah asli. Contoh:
Sang
Sapurba men[d]engar bunyi gemerisik.
b.
Mengapit
keterangan dalam kalimat penjelas yang sudah bertanda kurung. Contoh:
Persamaan
kedua proses ini (perbedaannya dibicarakan di dalam Bab II [lihat halaman
35-38]) perlu dibentangkan di sini.
15. Tanda ulang (2) ditulis dengan menambahkan angka 2
di akhir kata yang seharusnya diulang, menandakan kata tersebut diulang dua
kali. Tanda penyingkatan ini tidak resmi, karena kata yang berulang hars
ditulis penuh. Contoh:
a. Buku-buku (bukan “buku2)
b. Saudara-saudara (bukan “saudara2”)
16.
Menurut
pedoman EYD , tanda penyingkat menunjukkan penghilangan bagian kata atau
bagian angka tahun.
Misalnya:
a. Ali 'kan
kusurati. ('kan =
akan)
b. Malam
'lah tiba. ('lah =
telah)
c. 1 Januari
'88 ('88 = 1988)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar