Rabu, 16 November 2016

Program Sederhana Jemuran Otomatis

Pada kesempatan kali ini saya akan membuat program sederhana untuk membuat jemuran otomatis. Dimana jemuran ini nantinya akan bereaksi secara otomatis sesuai dengan suhu yang ada disekitarnya. Reaksinya yaitu jika suhu yang ada disekitar jemuran mencapai ≥30˚ maka jemuran akan berputar searah jarum jam (pakaian dijemur). Namun apabila tidak mencapai 30˚ maka jemuran akan berputar berlawanan arah jarum jam (pakaian tidak dijemur). Nah berikut codingnya :


import java.util.Scanner;
public class coba {
    public static void main(String[] args) {
       int suhu;
       String Cahaya;
       Scanner inputan=new Scanner(System.in);
       System.out.println("masukkan suhu");
       suhu=inputan.nextInt();
       System.out.println("masukkan cahaya");
       Cahaya=inputan.next();
       if (suhu>=30){
        System.out.println("Jemuran berputar searah jarum jam");   
       }
       else if (suhu<30){
          System.out.println("Jemuran berputar berlawanan arah jarum jam");
           switch ("cahaya"){ 
       }
          
            }
       }
    }



Nah kalau sudah selesai membuat codingnya, saatnya untuk menjalankan program. Running programnya dan akan diminta untuk memasukkan suhu seperti ini



Nah pertama kita coba dengan suhu diatas 30˚. 



Selanjutnya kita diminta untuk memasukkan status cahayanya. Masukkan terang dan tekan enter



Hasilnya yaitu "Jemuran akan berputar searah jarum jam". Atau dengan kata lain pakaian akan dijemur.

Untuk selanjutnya kita coba running ulang programnya dan memasukkan suhu dibawah 30˚ dan tentunya cahaya nya gelap.




Hasilnya yaitu "Jemuran akan berputar berlawanan arah jarum jam" atau dengan kata lain pakaian tidak dijemur.

Nama anggota kelompok :
  1. Alfathan Wardano Putra (20115498)
  2. Ilham Afrynanda (23115265)
  3. Taruna Nurwijaksana (26115817)



Senin, 31 Oktober 2016

JAVA

JAVA 

Class Lat101, merupakan mengawali pendefenisian Class, dan diikuti dengan nama Class
yaitu : Lat101


Java adalah bahasa pemrograman tingkat tinggi yang berorientasi objek. Berikut adalah pengertian beberapa hal-hal yang ada di dalamnya.

1. Pengertian Class

Class merupakan suatu blueprint atau cetakan untuk menciptakan suatu instant dari object. Class juga merupakan grup suatu object dengan kemiripan attributes/properties, behaviour dan relasi ke object lain.

Contoh sintaknya:
[modifier1] class NamaKamar [modifier2]{
Class body;

2. Pengertian Method

Method merupakan suatu operasi berupa fungsi-fungsi yang dapat dikerjakan oleh suatu object. Method didefinisikan pada class akan tetapi dipanggil melalui object. Metode menentukan perilaku objek, yakni apa yang terjadi ketika objek itu dibuat serta berbagai operasi yang dapat dilakukan objek sepanjang hidupnya. Ada 4 (Empat) bagian dasar yang dimiliki metode antara lain:

a.       Nama metode
b.      Tipe Objek atau tipe primitive yang dikembalikan metode
c.       Daftar parameter
d.      Badan atau isi metode.

Tiga bagian pertama mengindikasikan informasi penting tentang metode itu sendiri. Dengan kata lain, nama metode tersebut=metode lain dalam program. Dalam java kita dapat memiliki metode-metode berbeda yang memiliki nama sama tetapi berbeda tipe kembalian atau daftar argumennya, sehingga bagian-bagian definisi metode ini menjadi penting. Ini disebut overloading metode(proses yang berlebihan pada suatu metode).

Untuk menjalankan program yang memiliki sifat polymorphism tersebut, diperlukan suatu kemampuan overloading, yaitu suatu kemampuan untuk menentukan fungsi yang mana yang harus digunakan atau dijalankan jika terdapat nama fungsi yang sama. Polimorfisme bisa diartikan seperti kemampuan suatu variable untuk mengubah perangai sesuai dengan objek hasil instansiasi yang digunakan. Polimorfisme membiarkan lebih dari 1 objek dari sub class sub class dan diperlakukan sebagai objek dari super class tunggal.

3. Pengertian Constructor

Construktor adalah Constructor merupakan suatu method yang akan memberikan nilai awal pada saat suatu objek dibuat. Pada saat program dijalankan, constructor akan bekerja dengan constructor, hal mendasar yang perlu diperhatikan, yaitu :
a.       Nama Constructor sama dengan nama Class.  
b.      Tidak ada return type yang diberikan kedalam Constructor Signature.
c.       Tidak ada return stetement, didalam tubuh constructor.

Contoh programnya dengan menghitung volume Kubus :

class Kubus {
     double panjang;
     double lebar;
     double tinggi;

     //Mendefenisikan constructor dengan parameter
    kotak(double p, double l, double t) {
       panjang = p;
       lebar = l;
       tinggi = t;
      }
      double hitungVolume() {
        return (panjang * lebar * tinggi)
       }
}
class DemoConstructor2 {
       public static void main(String[] args) {
      
         kotak k1, k2;
         k1 = new kotak(4, 3, 2)
         k2 = new kotak (6, 5, 4)
       
      system.out.println(“volume k1 = “ + k1.hitungVolume() }
      system.out.println(“volume k2 = “ + k2.hitungVolume() }
     }
}   

4. Pengertian Modifier

Modifier  adalah kata,phrase , atau clause yang berfungsi sebagai adjective atau adverb yang menerangkan kata atau kelompok kata lain. Sebagai adjective dan adverb ketika  berfungsi  sebagai adjective  ( dapat berupa simple adjective, adjective phrase, clause participle, infinitive ),  modifier menerangkan  noun,  sedangkan  ketika  berfungsi  sebagai adverb  (  dapat  berupa  simple  adverb , adverb phrase, clause, preposition phrase,infinitive), kata ini menerangkan verb, adjective atau adverb lain.

Contoh Program Modifier :

Public class bank balance
{
public String owner
public int balance

public bank_balance(String name, int dollars )
{
owner = name;

if(dollars > = 0)
balance = dollars;
else
dollars =0;
}
}

5. Pengertian Object
Object adalah  instance dari class. Jika class secara umum merepresentasikan (template) sebuah object, sebuah instance adalah representasi nyata dari class itu sendiri.
Contoh : Dari class Fruit kita dapat membuat object Mangga, Pisang, Apel dan lain-lain.
      
Untuk membuat object, kita menggunakan perintah new dengan sebuah nama class
yang akan dibuat sebagai instance dari class tersebut.

String str = new String();
Random r = new Random();
Pegawai p2 = new PEgawai();
Date hari = new Date();

hari adalah object reference dari class Date yang akan digunakan untuk mengakses class Date. Sedangkan operator new adalah operator yang akan menghasilkan hari sebagai reference ke instance dari class Date().


Main adalah metode yang digunakan untuk mengawali segala bentuk eksekusi pada program java.
  1. Metode main ini, didefinisikan sebagai public static void, yang memiliki arti:
    1. public, yang berarti metode ini bisa dipanggil dan digunakan didalam Class atau diluar
      Class.
    2. static, yang berarti memiliki sifat yang sama disemua instant Class.
    3. void, yang berarti bahwa metode ini tidak mengirimkan nilai balik.
  2. Didalam metode main, terdapat String[]  args, yang memiliki pengertian:
    1. String[],   adalah  tipe data objek  yang menangani  serangkaian  karakter-karakter  yang berjenis array.
    2. args, adalah variabel objek.
  3. System.out.println(“Hello World !”); , yang memiliki pengertian:
    1. System.out, adalah stream yang digunakan untuk menangani keluaran standar java.
    2. println(); , merupakan metode yang digunakan untuk menampilkan teks dilayar.
    3. Tanda titik koma ( ; ), digunakan untuk mengakhiri pernyataan.



Mengenal fungsi String, int, double, dan char pada Java

 Contoh Program:


Penjelasan: 

1. String
String adalah tipe data untuk teks yang merupakan gabungan huruf, angka, whitespace (spasi), dan berbagai karakter. Fungsi ini digunakan untuk membuat identifier String/teks.
String juga sering disebut sebagai “array of char”
(Identifier : tanda pengenal)
format: String identifier_name;

2. int

int (Integer) adalah tipe data untuk angka numerik yang tidak menggunakan koma, untuk tipe data 32 bit.
berikut contohnya: (dikombinasikan dengan String yang tadi)
format : int identifier_name;



3.Double

Double adalah tipe data untuk angka, sama seperti int, tapi Double dapat menggunakan koma dan tipe data merupakan 64 bit. format : Double identifier_name;

4. char

char adalah tipe data untuk karakter tunggal, bisa berupa alpabet ataupun angka
format: char identifier_name;






Penjelasan Package Import pada Java

1. Import java.io.*;

Import java.io.*; merupakan singkatan dari Input Output. Input melibatkan masukan data dari peralatan input, sedangkan output akan menampilkan data kepada pengguna. Java mendukung mekanisme input output di dalam package java.io dan java.nio. Kelas-kelas Java IO berdasarkan suatu hirarki kelas. Kelas dasar memiliki fungsi umum. Sedangkan kelas-kelas di bawahnya atau subkelas menambahkan fungsi yang lebih khusus. Java.io mempunyai 2 kategori utama yaitu kelas untuk menangani sistem file dan kelas untuk membaca dan menulis stream data. Kategori yang kedua terbagi lagi menjadi kelas untuk menangani byte stream dan kelas untuk menangani character stream.

2. Import java.util.Date.*; 
   
Import java.util.Date.*; digunakan untuk menginputkan data.

3. Import java.awt.*; 

Untuk memanggil library yang ada di awt agar dapat digunakan dalam pembuatan program.

4. Import javax.swing.*;

Paket ini berisi kelas-kelas dan interface untuk komponen GUI swing java yang menyediakan dukungan untuk komponen grafis yang portable.

5. Import javax.swing.event.*;

Paket ini berisi kelas-kelas dan interfaces yang memperbolehkan penanganan event untuk komponen grafis yang berada di paket javax.swing.

6. Import java.lang.*;

Paket ini berisi kelas-kelas dan interfaces yang diperlukan oleh banyak program java. Paket ini di import oleh kompiler kesemua program java secara otomatis.

7. Import java.applet.*;

Peket ini berisi kelas-kelas Applet dan beberapa interfaces yang memperbolehkan interaksi applet dan browser serta memainkan klip audio. Kelas javax.swingJApplet digunakan untuk menetapkan applet yang digunakan GUI swing.

8. Import java.text.*;

Paket ini berisi kelas-kelas dan interfaces yang memperbolehkan program java untuk memanipulasi angka, tanggal, karakter dan juga string.

9. Import java.net.*;


Paket ini berisi kelas yang memperbolehkan program berkomunikasi melewati jaringan.

sumber :
http://agungimam.blogspot.co.id/2013/04/perbedaan-systemoutprint-dengan.html
https://antonyworld.wordpress.com/2011/08/25/mengenal-fungsi-string-int-double-dan-char-pada-java/
https://celutubgt.wordpress.com/2011/05/08/berkenalan-dengan-java/

Nama Anggota Kelompok :

- AlfathanWardano Putra (20115498)
- Ilham Afrynanda (23115265)
- Arin Setyani Putri (21115006)

Sabtu, 15 Oktober 2016

Membuat program pengurangan sederhana menggunakan Java


Frame ini terdiri dari 4 label, 3 button, dan 3 TextField


Variabelnya :




Source button "Hitung" : 

int nilai1,nilai2,jumlah;
nilai1=Integer.parseInt(jnilai1.getText());
nilai2=Integer.parseInt(jnilai2.getText());
jumlah=nilai1-nilai2;

jhasil.setText(String.valueOf(jumlah));





Source Button "Kosongkan" :

jnilai1.setText("");
jnilai2.setText("");
jhasil.setText("");





Source Button "Keluar" :

this.dispose();




Hasil outputnya :




Algoritmanya yaitu :

  1. Masukkan nilai 1 pada TextField nilai1
  2. Masukkan nilai 2 pada TextField nilai2
  3. Klik tombol hitung jika ingin melakukan pengurangan dengan catatan hasilnya adalah nilai 1 - nilai 2 dan akan muncul di TextField hasil.
  4. Klik button kosongkan jika ingin menghapus semua TextField.
  5. Klik tombol keluar jika ingin keluar dari program

Sumber Referensi : 


Jumat, 15 April 2016

Tugas Softskill 3 Bahasa Indonesia

Dosen : Lenie Okviana

Perbaiki wacana dibawah dengan EYD yang tepat!

Universitas dapatlah dikatakan sebagai suatu organisasi profesionil istilah organisasi memasukkannya dalam kategori yang sama dengan type organisasi lainnya seperti perusahaan paberik atau pun ketentaraan tetapi dengan menambahkan kata sifat profesionil universitas itu di  bedakan dari type organisasi tersebut tadi termasuk dalam kategori organisasi profesionil adalah rumahsakit atau asosiasi pengacara.

Sifat khas organisasi profesionil adalah tujuan primer organisasi  itu hanya dapat dicapai oleh mereka yang mempunyai kualifikasi yang tertinggi dibidang ketentaraan untuk mencapai sasaran komandan mengerahkan anak buahnya dibidang  perusahaan produksi direktur mengerahkan buruhnya untuk mencapai hasil yang setinggi tingginya tetapi mendidik mahasiswa menyembuhkan pasien membela klien tidak dapat diserahkan kepada tenaga yang kurang pendidikannya ini harus dikerjakan oleh anggauta profesi yang mempunyai kwalifikasi tertinggi.

Perbaikan : 

         Universitas dapatlah dikatakan sebagai suatu organisasi profesional. Istilah organisasi memasukkannya kedalam kategori yang sama dengan tipe organisasi lainnya, seperti perusahaan pabrik atau pun ketentaraan. Tetapi dengan menambahkan kata sifat profesional, universitas itu dibedakan dari tipe organisasi tersebut tadi. Termasuk dalam kategori organisasi profesional adalah rumah sakit atau asosiasi pengacara.

         Sifat khas organisasi profesional adalah tujuan primer organisasi  itu hanya dapat dicapai oleh mereka yang mempunyai kualifikasi yang tertinggi di bidang ketentaraan untuk mencapai sasaran. Komandan mengerahkan anak buahnya di bidang  perusahaan produksi, direktur mengerahkan buruhnya untuk mencapai hasil yang setinggi-tingginya. Tetapi mendidik mahasiswa, menyembuhkan pasien, membela klien tidak dapat diserahkan kepada tenaga yang kurang pendidikannya. Ini harus dikerjakan oleh anggota profesi yang mempunyai kualifikasi tertinggi.

Minggu, 27 Maret 2016

Tugas SoftSkill 2 Bahasa Indonesia

Dosen : Lenie Okviana

Soal : 
Jelaskan fungsi dari penggunaan tanda baca berikut :
1.      Tanda titik (.)
2.      Tanda koma (,)
3.      Tanda titik koma (;)
4.      Tanda Titik dua (:)
5.      Tanda hubung (-)
6.      Tanda Tanya (?)
7.      Tanda seru (!)
8.      Tanda kurung ( )
9.      Tanda garis miring (/)
10. Tanda petik ganda (“…”)
11. Tanda petik tunggal (‘…’ )
12. Tanda pisah ()
13. Tanda ellipsis (…)
14. Tanda kurung siku [ ]
15. Tanda ulang (2)
16. Tanda penyingkat (asprotof) (‘)

Jawab :
1.      Tanda titik (.) berfungsi untuk menandai akhir kalimat berita, atau untuk keperluan singkatan, gelar, dan angka-angka.
2.      Tanda koma (,) berfungsi untuk memisahkan anak kalimat atau hal-hal yang disebutkan dalam kalimat, juga untuk keperluan singkatan, gelar, dan angka-angka.
3.      Tanda titik koma (;) berfungsi untuk beberapa penggunaan, terutama untuk jeda pada kalimat dan pemotongan pada suatu daftar. 
4.      Tanda titik dua (:) berfungsi untuk memberitahukan pembaca bahwa uraian setelah tanda ini memberi bukti dan menjelaskan, atau merupakan unsur dari apa yang sudah dijelaskan sebelum tanda tersebut.
5.      Tanda hubung (-) berfungsi untuk menghubungkan dua kata atau memisahkan dua suku kata. Garis hubung juga digunakan untuk nama keluarga ganda (misalnya : Camilla Parker-Bowles).
6.      Tanda Tanya (?) berfungsi untuk menandakan akhir kalimat dari sebuah pertanyaan.
7.      Tanda seru (!) biasanya digunakan setelah suatu kalimat seruan untuk menunjukkan perasaan atau suara tinggi dan sering menandai akhir suatu kalimat.
8.      Tanda kurung ( ) menurut pedoman EYD, tanda ini digunakan untuk:
a.       Mengapit keterangan atau penjelasan. Contoh:
Bagian Perencanaan sudah selesai menyusun DIK (Daftar Isian Kegiatan) kantor itu.
b.       Mengapit keterangan atau penjelasan yang bukan bagian integral pokok pembicaraan. Contoh:
Sajak Tranggono yang berjudul "Ubud" (nama tempat yang terkenal di Bali) ditulis pada tahun 1962.
c.       Mengapit huruf atau kata yang kehadirannya di dalam teks dapat dihilangkan. Contoh:
Pejalan kaki itu berasal dari (kota) Surabaya.
d.       Mengapit angka atau huruf yang memerinci satu urutan keterangan. Contoh:
Faktor produksi menyangkut masalah (a) alam, (b) tenaga kerja, dan (c) modal.
9.       Tanda garis miring (/) menurut pedoman EYD, tanda ini dipakai:
Di dalam nomor surat dan nomor pada alamat dan penandaan masa satu tahun yang terbagi dalam dua tahun takwim. Contoh:
a.       No. 7/PK/1973
b.       Jalan Kramat III/10
c.       tahun anggaran 1985/1986
Sebagai pengganti kata atau,tiap. Contoh:
d.       dikirimkan lewat darat/laut(dikirimkan lewat darat atau laut)
e.       harganya Rp25,00/lembar(harganya Rp25,00 tiap lembar)
10.   Menurut pedoman EYD, tanda ini petik ganda (“…”) dipakai:
a.       Mengapit petikan langsung yang berasal dari pembicaraan dan naskah atau bahan tertulis lain. Contoh:
"Saya belum siap," kata Mira, "tunggu sebentar!" " Saya takut," kata Udin.
b.       Mengapit judul syair, karangan, atau bab buku yang dipakai dalam kalimat. Contoh:
Sajak "Berdiri Aku" terdapat pada halaman 5 buku itu.
c.       Mengapit istilah ilmiah yang kurang dikenal atau kata yang mempunyai arti khusus. Contoh:
Pekerjaan itu dilaksanakan dengan cara "coba dan ralat" saja.
d.       Menutup mengikuti tanda baca yang mengakhiri petikan langsung. Contoh:
Kata Tono, "Saya juga minta satu."
e.       Menutup kalimat atau bagian kalimat ditempatkan di belakang tanda petik yang mengapit kata atau ungkapan yang dipakai dengan arti khusus pada ujung kalimat atau bagian kalimat. Contoh:
Karena warna kulitnya, Budi mendapat julukan "Si Hitam".
11.   Tanda petik tunggal (‘…’) menurut EYD, tanda ini digunakan untuk :
a.       Mengapit petikan yang tersusun di dalam petikan lain. Contoh:
Tanya Basri, "Kau dengar bunyi 'kring-kring' tadi?"
b.       Mengapit makna, terjemahan, atau penjelasan kata atau ungkapan asing. Contoh:
feed-back 'balikan'.
12.   Tanda pisah (), dalam pedoman EYD, tanda pisah digunakan:
a.       Untuk membatasi penyisipan kata atau kalimat yang memberi penjelasan di luar bangun kalimat. Contoh:
Kemerdekaan bangsa itu–saya yakin akan tercapai–diperjuangkan oleh bangsa itu sendiri.
b.       Untuk menegaskan adanya keterangan aposisi atau keterangan yang lain sehingga kalimat menjadi lebih jelas. Contoh:
Rangkaian temuan ini–evolusi, teori kenisbian, dan kini juga pembelahan atom–telah mengubah persepsi kita tentang alam semesta.
c.       Di antara dua bilangan atau tanggal dengan arti 'sampai ke' atau 'sampai dengan'. Contoh :
1910–1945
13.   Tanda elpisis (…), menurut EYD , tanda elipsis:
a.       Dipakai dalam kalimat yang terputus-putus. Contoh:
Kalau begitu ... ya, marilah kita bergerak.
b.       Menunjukkan bahwa dalam suatu kalimat atau naskah ada bagian yang dihilangkan. Contoh:
Sebab-sebab kemerosotan ... akan diteliti lebih lanjut.
14.   Tanda kurung siku [ ], menurut pedoman EYD digunakan untuk :
a.       Mengapit huruf, kata, atau kelompok kata sebagai koreksi atau tambahan pada kalimat atau bagian kalimat yang ditulis orang lain. Tanda itu menyatakan bahwa kesalahan atau kekurangan itu memang terdapat di dalam naskah asli. Contoh:
Sang Sapurba men[d]engar bunyi gemerisik.
b.       Mengapit keterangan dalam kalimat penjelas yang sudah bertanda kurung. Contoh:
Persamaan kedua proses ini (perbedaannya dibicarakan di dalam Bab II [lihat halaman 35-38]) perlu dibentangkan di sini.
15.   Tanda ulang (2) ditulis dengan menambahkan angka 2 di akhir kata yang seharusnya diulang, menandakan kata tersebut diulang dua kali. Tanda penyingkatan ini tidak resmi, karena kata yang berulang hars ditulis penuh. Contoh:
a.       Buku-buku (bukan “buku2)
b.       Saudara-saudara (bukan “saudara2”)
16.   Menurut pedoman EYD , tanda penyingkat menunjukkan penghilangan bagian kata atau bagian angka tahun. Misalnya:
a.     Ali 'kan kusurati. ('kan = akan)
b.    Malam 'lah tiba. ('lah = telah)
c.     1 Januari '88 ('88 = 1988)